InterFarm (Integrated Farming) lahir dari komitmen untuk menyelesaikan krisis mahalnya pupuk kimia dan resiko pupuk oplosan air, dengan menghadirkan formula murni berkepekatan tinggi 10.100 PPM serta kelarutan ionik 1N yang cepat diserap tanaman.
Mutu Laboratorium
100% Organik Murni
Pada masa dahulu sebelum ditemukan pupuk kimia sintetis, tanah pertanian bekerja secara alami melalui mikrobioma tanah yang subur. Pemakaian kimia berlebih selama puluhan tahun menyebabkan tanah memadat, mikroba menguntungkan mati, dan tanaman mengalami siklus gagal panen atau musim trek panjang.
InterFarm hadir sebagai produsen agrotech, bio-kimia, dan laboratorium riset pertanian. Kami memadukan bioteknologi hayati (Trichoderma sp, bakteri penambat N, pelarut Phospat) dengan formula makro murni berbasis ekstraksi alami, sehingga tanaman mendapatkan nutrisi siap makan seketika tanpa merusak tanah.
Menjadi pusat inovasi agrotech dan bio-kimia terpercaya di Asia Tenggara yang membebaskan petani dari jeratan pupuk mahal dan mengembalikan kesuburan tanah Nusantara.
Menyediakan formula nutrisi murni berkonsentrat tinggi non-oplosan, mendampingi perkebunan memangkas biaya hingga 50-75%, serta memberdayakan pengusaha agribisnis mendirikan pabrik pupuk mandiri.
Formula cairan murni tanpa oplosan air berlebih. Petani di seluruh Indonesia dipersilakan menguji langsung menggunakan alat TDS/PPM meter saat barang tiba.
Tidak memakai metode fermentasi kuno yang membusuk lambat. Molekul dipecah hingga berwujud ion siap makan yang diserap seketika oleh mulut akar dan stomata daun.
Pupuk pasta berbentuk gel seperti spons yang mengunci air dan nutrisi agar tidak menguap di lahan berpasir dan gambut pada musim kemarau panjang.
Diperkaya isolat jamur bermanfaat Trichoderma sp aktif 9,00 x 10^9 CFU/g untuk melindungi perakaran tanaman dari serangan jamur busuk dan Ganoderma.
Didukung fasilitas formulasi bio-kimia modern dan formulator berpengalaman, InterFarm memproduksi ribuan liter nutrisi tanaman presisi setiap minggunya untuk memenuhi kebutuhan perkebunan sawit di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga petani pangan di seluruh nusantara.